Langsung ke konten utama

Dakwah dalam Komunikasi Antar Etnik, Ras, dan Bangsa

 


Indonesia merupakan negara yang majemuk, dimana terdapat beragam suku, ras, budaya, bahasa, dll. Di dalam komunikasi, bentuk keberagam tersebut dapat dipelajari dalam komunikasi antar budaya. Lalu apa sih komunikasi antar budaya itu sendiri?

Komunikasi antar budaya secara garis besar adalah proses komunikasi diantara dua latar belakang budaya yang berbeda, berbeda disini dalam konteks berbeda budaya, bangsa, suku dan ras.

Dan jika dikaitkan dengan dakwah, maka dakwah dalam komunikasi antar budaya mengandung arti bahwa dakwah bukan hanya menyampaikan nilai-nilai islam kepada orang yang memilliki latar belakang kebudayaan yang sama melainkan pada latar belakang kebudayaan yang berbeda. Artinya, baik da’I yang memberikan ceramah ataupun mad’u yang hadir bisa berasal dari kebudayaan yang berbeda.

Dalam perbedaan kebudayaan inilah yang menjadi rintangan tersendiri bagi seorang da’I untuk melaksanakan dakwahnya. Adapun beberapa hambatannya, antaralain:

1. Munculnya pelanggaran HAM, diskriminasi, dan konflik antar etnis

2. Ketidakpahaman masyarakat pada tiap-tiap kebudayaan

3. Bersifat tidak saling toleran

Guna menghindari berbagai macam konflik yang akan menimbulkan perpecahan, maka perlu adanya peningkatan kesadarkan bersosial dan menekankan hidup bertoleransi. Secara uraiannya disebutkan sebagai berikut:

1. Menyadari adanya perbedaan ditengah-tengah masyarakat

2. Tidak menilai orang lain berdasarkan darimana ia berasal, melainkan menilai berdasarkan sikap orang tersebut.

3. Menghilangkan sikap stereotype.

4. Mempelajari berbagai jenis kultur kebudaya lain, sehingga terjadilah sikap yang saling menghormati.

Dakwah akan berjalan sesuai dengan tujuan semula jika aspek-aspek dalam berdakwah bisa dilaksanakan sebaik mungkin.

Komentar