Langsung ke konten utama

Postingan

SMALL BOOK

 
Postingan terbaru

HAMBATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM DAKWAH MULTIKULTURAL MODERN

  HAMBATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Dakwah dalam menjalankan fungsinya sebagai salah satu penerapan dari berkomunikasi tentunya memiliki berbagai hambatan. Terlebih jika dakwah yang dilakukan terdiri dari seseorang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda, hal ini akan membawa pada perspektif yang berbeda dalam menerima suatu materi dakwah yang disampaikan oleh seorang da’i. Secara umum hambatan komunikasi lintas budaya sendiri terbagi menjadi 15 hambatan, diantaranya: 1.  Entnosentrisme Etnosentrisme merupakan sikap keyakinan atau kepercayaan bahwa budaya sendiri lebih unggul dari budaya lain. Bahkan cenderung memandang rendah budaya lain, dan tidak mau mengakui keunikan budaya lain sebagai suatu ciri khas dari kelompok lain. Entnosentrisme memandang dan mengukur budaya lain berdasarkan budaya sendiri, dan jika tidak sejalan maka dianggap berlawanan dan berbahaya sebab berpotensi mencemari budaya sendiri. Hal ini dapat mengakibatkan adanya pembatasan pergaulan...

AKTIVITAS KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA VERBAL DAN NON-VERBAL DALAM DAKWAH

  A.     Komunikasi Verbal dan Non-Verbal dalam Dakwah      Menurut Paulette J. Thomas, komunikasi verbal adalah penyampaian ide atau gagasan dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan bahasa lisan dan tulisan. Dalam praktiknya komunikasi verbal bisa berupa bercerita, berdiskusi, berdebat, atau juga bisa dengan tulisan, misalnya buku, koran, majalah, dll.      Sedangkan komunikasi non-verbal ialah komunikasi yang menggunakan bahasa isyarat, bisa melalui isyarat tangan, mimic wajah dll.      Dakwah sering kali memanfaatkan komunikasi verbal untuk menyampaikan materinya. Biasanya dengan cara berpidato di depan jamaah, berdiskusi, atau dengan metode bercerita.  Seseorang yang piawai dalam melakukan komunikasi verbal lazim disebut dengan komunikator efektif. Dalam kaitannya dengan perintah dakwah, secara operasional berarti kegiatan mengajak dan mempengaruhi manusia, dengan lisan, tulisan maupun dengan t...

UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM BERDAKWAH

          Berdakwah pada masyarakat multikultural harus memerlukan pengetahuan mengenai teori komunikasi antarbudaya. Komunikasi antarbudaya adalah proses berbagi ide/gagasan yang dilakukan oleh orang-orang dengan latar belakang budaya yang berbeda. Melalui komunikasi ini, seseorang bisa mentransormasikan dan memahami suatu kebudayaan atau identitas. Lalu bagaimana posisi komunikasi antarbudaya dalam dakwah?           Ketika berdakwah tentunya seorang da’I/penceramah akan menemukan berbagai mad’u/jamaah yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Di dalam kasus ini sering dijumpai permasalahan mendasar akibat kurangnya pemahaman mengenai cara berkomuniasi antarbudaya. Diantara, kesalahpahaman yang timbul akibat seorang Da’I tidak mengerti adat/istidat dari sebuah daerah, atau melontarkan kalimat-kalimat yang seharusnya tidak diucapkan pada tempat tersebut.           Setelah memahami pen...

Dakwah dalam Kajian Pola Komunikasi Lintas Budaya

Keberagaman masyarakat di Nusantara nampaknya melahirnya sebutan islam nusantara. Lantas islam nusantara sendiri itu seperti apa?      Menurut Kiai Afif, yang memandang islam nusantara dalam persperktif fiqih menyebutkan jika sumber islam memang satu dan bersifat illahiyah, namun perlu diperhatikan pula islam terealisasi dalam praktik keseharian. Artinya, islam bukan hanya bersifat illahiyah melainkan juga bersifat insaniyah (duniawi).      Berdasarkan jurnal Tafsir Atas Islam Nusantara karya Abd Moqsith, Islam Nusantara memiliki tiga kemungkinan makna. Pertama, Islam Nusantara bermakna Islam yang dipahami dan dipraktikkan kemudian terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kedua, Islam Nusantara merujuk pada konteks geografis, yaitu Islam yang berada di kawasan Nusantara. Ketiga, Islam Nusantara adalah pengejawantahan ajaran Islam kepada masyarakat Nusantara.      Penerapan dakwah dalam islam nusantara sudah dilakuka...

Dakwah dalam Komunikasi Antar Etnik, Ras, dan Bangsa

  Indonesia merupakan negara yang majemuk, dimana terdapat beragam suku, ras, budaya, bahasa, dll. Di dalam komunikasi, bentuk keberagam tersebut dapat dipelajari dalam komunikasi antar budaya. Lalu apa sih komunikasi antar budaya itu sendiri? Komunikasi antar budaya secara garis besar adalah proses komunikasi diantara dua latar belakang budaya yang berbeda, berbeda disini dalam konteks berbeda budaya, bangsa, suku dan ras. Dan jika dikaitkan dengan dakwah, maka dakwah dalam komunikasi antar budaya mengandung arti bahwa dakwah bukan hanya menyampaikan nilai-nilai islam kepada orang yang memilliki latar belakang kebudayaan yang sama melainkan pada latar belakang kebudayaan yang berbeda. Artinya, baik da’I yang memberikan ceramah ataupun mad’u yang hadir bisa berasal dari kebudayaan yang berbeda. Dalam perbedaan kebudayaan inilah yang menjadi rintangan tersendiri bagi seorang da’I untuk melaksanakan dakwahnya. Adapun beberapa hambatannya, antaralain: 1. Munculnya pelanggaran HA...