Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

AKTIVITAS KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA VERBAL DAN NON-VERBAL DALAM DAKWAH

  A.     Komunikasi Verbal dan Non-Verbal dalam Dakwah      Menurut Paulette J. Thomas, komunikasi verbal adalah penyampaian ide atau gagasan dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan bahasa lisan dan tulisan. Dalam praktiknya komunikasi verbal bisa berupa bercerita, berdiskusi, berdebat, atau juga bisa dengan tulisan, misalnya buku, koran, majalah, dll.      Sedangkan komunikasi non-verbal ialah komunikasi yang menggunakan bahasa isyarat, bisa melalui isyarat tangan, mimic wajah dll.      Dakwah sering kali memanfaatkan komunikasi verbal untuk menyampaikan materinya. Biasanya dengan cara berpidato di depan jamaah, berdiskusi, atau dengan metode bercerita.  Seseorang yang piawai dalam melakukan komunikasi verbal lazim disebut dengan komunikator efektif. Dalam kaitannya dengan perintah dakwah, secara operasional berarti kegiatan mengajak dan mempengaruhi manusia, dengan lisan, tulisan maupun dengan t...

UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM BERDAKWAH

          Berdakwah pada masyarakat multikultural harus memerlukan pengetahuan mengenai teori komunikasi antarbudaya. Komunikasi antarbudaya adalah proses berbagi ide/gagasan yang dilakukan oleh orang-orang dengan latar belakang budaya yang berbeda. Melalui komunikasi ini, seseorang bisa mentransormasikan dan memahami suatu kebudayaan atau identitas. Lalu bagaimana posisi komunikasi antarbudaya dalam dakwah?           Ketika berdakwah tentunya seorang da’I/penceramah akan menemukan berbagai mad’u/jamaah yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Di dalam kasus ini sering dijumpai permasalahan mendasar akibat kurangnya pemahaman mengenai cara berkomuniasi antarbudaya. Diantara, kesalahpahaman yang timbul akibat seorang Da’I tidak mengerti adat/istidat dari sebuah daerah, atau melontarkan kalimat-kalimat yang seharusnya tidak diucapkan pada tempat tersebut.           Setelah memahami pen...

Dakwah dalam Kajian Pola Komunikasi Lintas Budaya

Keberagaman masyarakat di Nusantara nampaknya melahirnya sebutan islam nusantara. Lantas islam nusantara sendiri itu seperti apa?      Menurut Kiai Afif, yang memandang islam nusantara dalam persperktif fiqih menyebutkan jika sumber islam memang satu dan bersifat illahiyah, namun perlu diperhatikan pula islam terealisasi dalam praktik keseharian. Artinya, islam bukan hanya bersifat illahiyah melainkan juga bersifat insaniyah (duniawi).      Berdasarkan jurnal Tafsir Atas Islam Nusantara karya Abd Moqsith, Islam Nusantara memiliki tiga kemungkinan makna. Pertama, Islam Nusantara bermakna Islam yang dipahami dan dipraktikkan kemudian terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kedua, Islam Nusantara merujuk pada konteks geografis, yaitu Islam yang berada di kawasan Nusantara. Ketiga, Islam Nusantara adalah pengejawantahan ajaran Islam kepada masyarakat Nusantara.      Penerapan dakwah dalam islam nusantara sudah dilakuka...