Dakwah
sejatinya merupakan segala bentuk
aktivitas penyampaian ajaran Islam kepada orang lain dengan berbagai cara
bijaksana agar memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam semua lapangan
kehidupan.
Dakwah
dalam perspektif komunikasi antarbudaya artinya sebuah Gerakan dakwah yang
dilakukan seorang da’I kepada mad’u nya, dimana keduanya memiliki latar belakang
budaya yang berbeda. Dari perbedaan inilah sang da’I berusaha menjadi keragaman
budaya sebagai salah satu media (sarana) dakwah agar mad’unya dapat mengintegrasikan
nilai-nilai islam dalam kehidupan budaya mereka[1]
Jika ditinjau dari tujuan, fungsi dan peranannya dalam komunikasi antarbudaya, dakwah dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya[2]:
1. Komunikasi antarbudaya sangat mendukung terlaksanakannya dakwah islam melalui pendekatan komunikasi dengan segala variasinya.
2. Dakwah islam menghadapi pergeseran tata nilai harus mampu mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi dalam faktor-faktor penyebab terjadinya pergeseran nilai, meliputi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, perubahan politik, peranan kekuasaan pemerintah, perubahan lingkungan bio-fisik dan pengaruh kebudayaan luar. Ketiga, prospek Islam dalam menghadapi tantangan zaman harus memahami dan mengetahui paling tidak ada tiga hal yang perlu diatasi secara tuntas yaitu sosoekonomis, sains dan teknologi dan etis-religius.
Hal ini tujuan dan fungsi dakwah dalam komunikasi antarbudaya sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:
Tujuan dakwah Dalam komunikasi antarbudaya
1. Mengubah seseorang, sekelompok orang, atau masyarakat menuju keadaan yang lebih baik sesuai dengan perintah Allah SWT dan tuntunan Rasul-Nya
2. Mengubah segala penyembahan kepada selain Allah kepada keyakinan tauhid
3. Mengubah semua jenis kondisi kedihupan yang timpang kea rah kondisi ketenangan batin dan kesejahteraan lahir berdasarkan nilai-nilai islam
Fungsi Dakwah dalam komunikasi antarbudaya
1. Dakwah mendorong terwujudnya masyarakat yang islami, artinya sebuah masyarakat yang sebelumnya berada pada kondisi yang tidak islami kemudian berubah menjadi masyarakat yang berbasis al—quran
2. Dakwah berupaya mendorong perubahan behavioral (tingkah laku)
Dakwah
dalam komunikasi lintas budaya tentunya mempunyai tujuan dan fungsi, dimana
salah satu tujuannya adalah untuk mengubah seseorang menuju keadaan yang lebih
baik. Dan salah satu fungsi dakwah tersebut adalah berupaya mendorong perilaku
berhavioral yang mencakup tentang aspek perubahan artefak budaya yang digunakan
masyarakat seperti model pakaian.
[1]
Abdul Wahid, “Gagasan Dakwah: Pendekatan Komunikasi Antarbudaya”, (Kencana:
Jakarta, 2019), hl 8
[2] Abd.
Rahman, “Peranan Dakwah dan Komunikasi Antarbudaya dalam Masyarakat Plural”, Al-Munzir
Vol. 7, No. 1, hl 1
Komentar
Posting Komentar